Manisan Rumput Laut BAB IV

TUGAS TERSTRUKTUR

“ Manisan Rumput Laut ”

PERANCANGAN PROYEK INDUSTRI

 

 

 

 

Oleh :

Agdinal Brilliant Indra                               ( 105100313111004 )

Galib Muttaqin                                           ( 105100300111015 )

Hafizh Karisma Yafi                                  ( 105100307111007 )

Reza Putra Susatya                                     ( 105100307111016 )

Windra Wisesa                                           ( 105100300111001 )

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013


BAB IV

LOKASI GEOGRAFIS

Lokasi Geografis

Penentuan lokasi produksi pabrik kami ini berdasarkan beberapa pertimbangan factor yang mendukung untuk produksi, diantaranya yaitu kedekatan dengan bahan baku yang akan berdampak pada murahnya ongkos produksi, kemudian kemudahan mendapatkan sumberdaya manusia atau tenaga kerja yang berkompeten, kemudian aspek pasar yaitu kedekatan dengan konsumen yang akan menjadi target pasar produk kami, dan faktor utilitas yaitu akses jalan, listrik, dan air yang dapat mendukung produksi usaha kami. Adapun alternative lokasi yang kami pilih yaitu di Kota Bontang – Kalimantan Timur, dan Jepara – Jawa Tengah, berikut pembobotan yang menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan lokasi :

No Faktor Bobot

Bontang

Jepara

nilai bobot x nilai nilai bobot x nilai
1 Kedekatan Bahan Baku 0.4 80 32 75 30
2 Keberadaan Tenaga Kerja 0.3 65 19.5 80 24
3 Kedekatan dengan Pasar 0.2 70 14 75 15
4 Biaya Utilitas (listrik, air, akses jalan, harga tanah) 0.1 70 7 70 7
Total Nilai 72.5 76

 

 

 

 

 

gambar 1. Tampak atas kabupaten Jepara 1

 

gambar 2. tampak atas kota bontang 1

 

 

Berdasarkan pembobotan dari dua alternative yang kami pilih, nilai terbaik jatuh pada kabupaten Jepara.

Perusahaan kami terletak di kabupaten Jepara Propinsi Jawa Tengah. Jepara memiliki potensi yang besar untuk industri rumput laut ditinjau dari garis pantainya yang mencapai 72 Km. Dengan garis pantai yang cukup panjang, sangat potensial dalam pembuatan lokasi budidaya rumput laut. Di Jepara, upah minimum rata-ratanya masih cukup rendah sekitar Rp. 875.000. Selain itu Jepara memiliki kontur budaya masyarakat yang sudah memiliki kemampuan budidaya dilihat dari keadaan masyarakatnya, jadi untuk tenaga kerjanya dapat mudah di didik untuk mendapatkan tenaga professional.

Kabupaten Jepara terletak di kawasan pantai utara Pulau Jawa. Lokasinya dekat dengan pusat propinsi jawa tengah Semarang hanya 74 Km dan dengan jalur transportasi pantura hanya 37,5 Km. Tetapi dikarenakan jarang adanya industri-industri besar di Kabupaten Jepara, harga tanah di Kabupaten Jepara masih cukup murah sekitar Rp. 250.000/m2. Dengan harga yang murah tersebut, masih dimungkinkan perluasan pabrik dengan biaya yang cukup murah.

 

Manisan Rumput Laut BAB III

TUGAS TERSTRUKTUR

“ Manisan Rumput Laut ”

PERANCANGAN PROYEK INDUSTRI

 

 

 

 

Oleh :

Agdinal Brilliant Indra                               ( 105100313111004 )

Galib Muttaqin                                           ( 105100300111015 )

Hafizh Karisma Yafi                                   ( 105100307111007 )

Reza Putra Susatya                                     ( 105100307111016 )

Windra Wisesa                                            ( 105100300111001 )

 

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013

 

BAB III

PASAR DAN PEMASARAN

3.1 STP (Segmenting Targeting Positioning)

  • Ø Segmenting

Pada produk kami yaitu manisan rumput laut kami memiliki segmen konsumen dari berbagai kalangan masyarakat. Sehingga tidak ada segmen khusus bagi pemasaran produk kami. Segmen tersebut meliputi anak-anak remaja hingga orang tua. Produk kami merupakan produk kami merupakan produk yang aman, sehat dan mengandung banyak serat yang di butuhkan oleh tubuh. Hal ini menjadi dasar mengapa segmen meliputi semua kalangan.

 

  • Ø Targeting

Pada proses pemasaran produk kami, target yang di utamakan pada anak-anak dan remaja karena pada target tersebut di ajarkan akan lebih mudah di terima dengan baik karena selain menjadi camilan dan bergizi produk kami juga bisa sebagai makanan camilan. Target pasar seperti ini yang kami harapakan supaya mendongkrak omset penjenjualan. Dengan demikian faktor targeting sangat penting dalam pemasaran produk manisan rumput laut ini.

 

  • Ø Positioning

Sebagai pemasaran produk manisan ini, produk kami merupakan produk yang baru dan belum mempunyai pesaing yang sama produk kami, maka dari itu dengan adanya produk ini agar para konsumen dapat memilih produk kami. Jika melihat kondisi pasar saat ini, produk manisan rumput laut sudah banyak beredar namun belum ada yang memiliki brand yang kuat, melihat kondisi tersebut kami mencoba menjadi market leader dengan membangun brand baru yang berbeda dari yang lain.

 

3.2 Potensi Pasar

  • Ø Kesenjangan Produksi dan Konsumsi

Kesenjangan produk manisan rumputlaut antara produksi dan konsumsi masyarakat di harapkan sama atau setara supaya masyarakat bisa menikmati hasilnya dan kami sebagai produsen tidak mengalami kerugian. Kami memproduksi manisan rumput laut menyesuaiakan dengan permintaan pasar. Sebenarnya kesenjanagn antara produksi dengan konsumsi tidak begitu mendasar, karena cenderung masyarakat lebih menyukai produk ini dengan pertimbangan vitamin, kaya serat, rasa, kemasan dan harga.  Kesenjangan produksi biasanya lebih tinggi di bandingkan konsumsi, karena anggapan masyarakat yang kurang mengerti mengenai produk tersebut. Maka dari itu kita sebagai produsen berusaha memberi yang terbaik terhadap konsumen supaya menyukai produk manisan rumput laut ini.

 

  • Ekspor – impor

Pada Aspek ini, produk kami tidak adanya kegiatan ekspor maupun impor baik pada sector bahan baku mentah maupun produk yang telah jadi. Hal ini dipilih karena pada bahan baku sudah mencukupi dan tersedia di dalam negeri dan selain itu menghindari adanya cost berlebih. Focus kami pada produksi manisan rumput laut adalah pada dalam negeri dengan berbagai segmen, dan targeting konsumen.

  • Kecenderungan Pola konsumsi

Kecenderungan Pola konsumsi masyarakat Indonesia terhadap beberapa makanan khususnya camilan, bisa dikatakan tinggi baik dari konsumen kalangan manapun. Hal semacam ini akan menjadi peluang kami sebagai produsen camilan Manisan rumput laut, mengingat kapasitas dan daya minat terhadap makanan yang baru yang belum ada di pasaran dan tergolong makanan sehat maka ini menjadi jalan sebagai teknik pemasaran produk kami terhadap antusias masyarakat Indonesia.

3.3 Strategi Pemasaran

  • Ø Product

Produk manisan rumput laut ini mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi yaitu vitamin C dan kaya serat. Produk ini disajikan dalam bentuk kotak persegi kecil-kecil, lengkap dengan rasa-rasa yang ada. Makanan ini sangat cocok untuk camilan, selain itu manisan rumput laut dikemas dengan kemasan kotak box plastik yang aman buat makanan. Karena produk kami ini sangat memperhatikan aspek-aspek kesehatan baik dari segi rasa, bentu maupun kemasan. Kemasan manisan rumput laut terdapat berbagai macam ukuran, mulai ukuran kecil sampai besar, seperti kitak makanan.

 

  • Ø Price

Produk manisan rumput laut ini dijual dengan harga yang ekonomis yaitu mulai dari Rp.5000 sampai Rp.10000 sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk membeli produk ini jika masalah harga. Harga yang kami pasarkan sudah melalui pertimbangan terlebih dahulu dan dengan harga yang terjangkau serta rasa maupun vitamin yang terkandung didalamnya diharapkan penjualan produk ini semakin meningkat.

 

  • Ø Place

Dalam hal ini manisan kemasan terbuat dari bahan baku utama rumput laut. Rumput laut di Indonesia sangat berlimpah. Jadi tidak perlu impor ke luar negeri. Rumput laut produk kami mengambil dari produsen rumput laut Jawa Timur dan Jawa Barat. Apabila pasokan rumput laut dari produsen kurang kami bisa mengambil dari kalimantan. Sedankan bahan lain seperti gula kami mengambil langsung dari produsen gula yang berskala besar karena untuk meminimalkan total biaya.

 

  • Ø Promotion

Promosi produk ini kesemua kalangan mulai dari umur 5 tahun hingga 50 tahun bisa mengkonsumsi produk ini. Karena kandungan vitamin dan kaya serat. Penjualan atau promosi dilakuakn ditempat wisata maupun ditempat yang ramai atau di acara tertentu seperti bazar makanan. Selain itu pemasarannya di toko-toko maupun swalayan jika ada permintaan produk ini pada dasarnya paling banyak peminatnya dikawasan wisata karena sangat cocok dijadikan buah tangan atau oleh-oleh.

Manisan Rumput Laut BAB II

TUGAS TERSTRUKTUR

“ Manisan Rumput Laut ”

PERANCANGAN PROYEK INDUSTRI

 

 

 

 

 

 

Oleh :

Agdinal Brilliant Indra                               ( 105100313111004 )

Galib Muttaqin                                           ( 105100300111015 )

Hafizh Karisma Yafi                                   ( 105100307111007 )

Reza Putra Susatya                                     ( 105100307111016 )

Windra Wisesa                                            ( 105100300111001 )

 

 

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013

BAB II

KONSEP PRODUK

 

2.1 Karakteristik Produk

      Fisik

Produk yang kami buat mempunyai ciri fisik berbentuk irisan persegi panjang dengan panjang 3cm sampai 4cm yang didesain untuk satu kali gigit orang dewasa. Produk kami memiliki 3 varian warna yaitu: merah, Kuning, dan hijau dengan variasi rasa: Leci, Strawberry, Melon, dan jeruk. Tekstur dari produk kami yaitu lunak dan kering. Selain itu produk kami juga memiliki varian bentuk yang unik daripada produk lain yang sejenis.

     Kimia

Kandungan Kimia yang terdapat pada produk kami yaitu karbohidrat, serat, gula, air. Selain itu pada Kombu terdapat yodium, kalsium, kalium, magnesium, zat besi, sodium, kromium, protein, fosfor, karoten, vitamin A, C, D, E, K, dan B kompleks.

      Organoleptik

Produk kami berdasarkan organoleptik memiliki tekstur yang kenyal berserat, dan mempunyai aroma buah-buahan yaitu :  beraroma leci, strawberry, melon dan jeruk.

      Keunikan dan lainnya

Produk kami memiliki keunikan dari produk lain yaitu memiliki varian rasa yang lebih banyak, ukuran yang lebih panjang, kapasitas yang lebih besar dan bentuk yang beragam

 Tahapan

Tahapan membuat Manisan Rumput laut yaitu :

a)      Perendaman Rumput laut selama 2 hari

b)      Memasukkan rumput laut kedalam air

c)      Masak hingga mendidih/sampai rumput laut hancur atau halus

d)     Tambahkan gula sesuai selera, perasa, pewarna makanan

e)      Angkat bahan yang sudah mendidih

f)       Tuang pada cetakan atau loyang dan biarkan hingga mengeras

g)      Cetak atau potong kecil sesuai selera

h)      Jemur dibawah terik matahari sampai gulanya keluar

i)        Jemur ulang jika belum mengeluarkan gula

 

2.2 Kemasan Produk

            Produk yang kami buat merupakan produk yang memiliki kandungan gula tinggi maka untuk alat pengemas yang digunakan, kami menggunakan pengemas jenis plastic yang berbentuk toples. Toples ini mampu menampung produk kami dengan kapasitas yang lebih banyak serta mampu menjaga produk manisan tetap pada kondisi yang terbaik sekalipun.

 

Kemasan

Kemasan yang kami gunakan yaitu mengusung kemasan yang canggih dan awet dengan memanfaatkan sealer otomatis sebagai mesin pembungkus yang bekerja secara kontinyu dan kemasan produk kami berupa toples mika yang menampung produk 350gr/toples. Untuk kemasan primer produk kami menggunakan plastic makanan yang tipis dengan tujuan tidak lengket saat hendak dikonsimsi. Sedangkan untuk kemasan sekunder kami menggunakan toples plastik dengan kapasitas produk seberat 350gr. Untuk teknologi pengemasan pada produk, kami menerapkan proses pengemasan yang sederhana namun juga membutuhkan teknologi semi modern dimana masih memerlukan operator sebagai memperlancar proses produksi. Salah satunya adalah alat pengemas plastic sealer yang berfungsi sebagai alat pelindung tutup dari toples yang kami gunakan.

 

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan yang dimiliki produk kami yaitu produk kami memiliki varian rasa yang lebih banyak, ukuran yang lebih besar serta kapasitas yang lebih besar dari produk-produk yang sama yang telah beredar. Sedangkan untuk kekurangan dari produk kami yaitu mengandung gula yang cukup tinggi yang mungkin akan menimbulkan efek negative pada kesehatan.

 

Manisan Rumput Laut BAB I

TUGAS TERSTRUKTUR

“ Manisan Rumput Laut ”

PERANCANGAN PROYEK INDUSTRI

 

 

 

 

 

 

Oleh :

Agdinal Brilliant Indra                                   ( 105100313111004 )

Galib Muttaqin                                             ( 105100300111015 )

Hafizh Karisma Yafi                                      ( 105100307111007 )

Reza Putra Susatya                                      ( 105100307111016 )

Windra Wisesa                                             ( 105100300111001 )

 

 

 

 

 

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013


BAB I

PENDAHULUAN

Potensi Bahan Baku

Rumput laut sebagai salah satu komoditas hasil perikanan yang sebagian besar diekspor dalam bentuk kering dan produk setengah jadi. Dipasar internasional rumput laut yang berasal dari Indonesia masih dihargai rendah hal tersebut disebabkan karena mutunya rendah yaitu kdar air dan kotoran (pasir, garam dan campuran jenis rumput lain) serta rendahnya rendemen dan kekuatan gel yang dihasilkan. Selain masalah mutu rendah, persaingan dengan Negara pengekspor lain dan monopoli perdagangan dunia untuk komoditas ini maka harga rumput laut sering tidak menentu yang berakibat merugikan petani. Potensi rumput laut di Indonesia sebagai Negara maritime yaitu hampir seluruh wilayahnya dikelilingi perairan sangat menguntungkan sebagai lokasi budidaya rumput laut. Rumput laut menghendaki perairan yang tenang, hal ini juga memudahkan nelayan untuk melakukan budidaya. Berikut adalah data produksi rumput laut menurut LIPI.

 

Saat ini penanganan dan pengolahan pasca panen rumput laut perlu diusahakan secara optimal, padahal sebetulnya teknologi penanganan dan pengolahannya (terutama agar- agar kertas) cukup sederhana dan tidak memerlukan modal yang besar dan peralatan yang canggih. Jika teknologi pasca panen rumput laut dapat dikembangkan dan diterapkan dengan baik, maka agroindustri yang bertujuan meningkatkan nilai tambah, menambah lapangan kerja dan mengurangi impor produk jadi rumput laut dapat tercapai. Rumput laut akan lebih bernilai ekonomis setelah mendapat penanganan lebih lanjut. Secara umum penanganan yang baik rumput laut harus memperhatikan aspek pemanenan, pengeringan, pencucian pengemasan, dan penyimpanan.

 

Potensi Pasar

Budidaya rumput laut dikembangkan di Indonesia, karena perkembangan permintaan komoditas rumput laut yang sangat besar. Hal ini disebabkan rumput laut merupakan salah satu komoditas penting karena kandungan agar nya dan vitamin yang terkandung di dalamnya. Berbagai kegunaan ini menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap komoditas ini, dimana terjadi peningkatan permintaan sekitar 15% per tahun. Oleh sebab itu, prospek budidaya rumput laut yang sangat menjanjikan, mendorong minat banyak masyarakat investor untuk berinvestasi dalam usaha budidaya rumput laut terutama produk manisan rumput laut. Selain itu banyaknya penduduk Indonesia dengan  Manisan rumput laut di indonesia pada saat sekarang ini banyak peminatnya sebagai oleh-oleh atau buah tangan di daerah Bontang Kaltim.

 

Potensi Temuan / perkembangan teknologi

Seiring berkembang pesatnya kemajuan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan, membuat sejumlah kalangan masyarakat ingin mengaplikasikan teknologi sebagai solusi mempermudah kegiatan mereka terutama dalam hal produksi produk pangan. Pada dasarnya teknologi yang ada saat ini cukup membantu pada proses produksi dalam jangka waktu tertentu. Namun tidak menutup kemungkinan pada suatu saat nanti teknologi yang lebih mutakhir akan dibutuhkan. Salah satunya teknologi yang digunakan untuk mengoptimalkan pada produksi Manisan rumput laut. Pada produksi manisan rumput laut hingga saat ini mayoritas menggunakan teknologi sederhana sehingga proses dan hasil yang diperoleh terkadang minim. Dengan memproduksi manisan rumput laut, suatu saat akan bisa dikembangkannya teknologi yang lebih optimal.

Pengolahan rumput laut yang ada di Indonesia masih sederhana. Hal ini membuat sangat besar kemungkinan untuk dilakukan penelitian guna mengolah rumput laut menjadi lebih bermanfaat. Salah satu cara pengolahan rumput laut tersebut adalah membuat manisan rumpuut laut.

 

Perkembangan UKM

Semakin berkembang dan banyaknya produk baru yang dihasilkan, semakin cepat pula memicu perkembangan pada UKM. Hal ini terlihat dari begitu banyaknya dan beragam jenis produk yang semakin bervariasi. Dengan adanya variasi pada produk makanan saat ini, bertujuan untuk memicu daya usaha masyarakat akan kebutuhan pokok. Salah satu nya adalah Manisan rumput laut yang merupakan produk baru dengan harapan mampu membuka peluang UKM yang ada saat ini. Sehingga varietas produk dapat membantu masyarakat akan menjaga perkembangan UKM dan dapat menjadi lapangan pekerjaan.

 

Gambar Manisan Rumput Laut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kendala permasalahan :

Pada saat sekarang ini kendala yang terjadi pada manisan rumput laut adalah bahan bakunya yaitu rumput laut itu sendiri karena belum terbangun kesadaran di tingkat pembudidaya maupun pengepul lokal terhadap jaminan mutu produk rumput laut yang dihasilkan. Pengelolaan pasca panen yang masih kurang memperhatikan jaminan mutu masih seringkali dilakukan oleh pembudidaya di beberapa lokasi. Namun jika pasokan rumput laut tidak ada, rata-rata harus mengambil rumput laut dari luar daerah dengan kualitas yang belum tentu sesuai dan penambahan biaya pengiriman sehingga menambah biaya produksi. Kendala ini yang sering kali terjadi pada bahan baku rumput laut.

 

Batasan jenis produk :

Produk manisan rumput laut buatan kami adalah manisan rumput laut dengan berbahan dasar rumput laut berjenis Kombu yang termasuk spesies Laminaria. Kombu dipilih karena mempunyai Kandungan yodium, kalsium, kalium, magnesium, zat besi, sodium, kromium, protein, fosfor, karoten, vitamin A, C, D, E, K, dan B kompleks. Kombu merupakan agen anti virus, ampuh meredakan nyeri otot dan sendi, menurunkan tekanan darah, memperbaiki kualitas tidur, menyembuhkan jaringan yang rusak, membantu menurunkan berat badan, sampai mencegah pertumbuhan tumor. Kombu banyak dibudidayakan di wilayah Indonesia timur seperti Flores, Nusa Dua dan Ambon.

Aspek yang akan di kaji

Dalam pembuatan industri manisan rumput laut Kombu mempelajari aspek teknologi pembuatan, finansial, pemasaran dan kesehatan. Aspek teknologi pembuatannya akan bertitik berat pada penentuan metode pembuatan manisan yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan kami tidak ingin menghilangkan manfaat dari kombu karena proses yang ada. Oleh karena itu kharakteristik kombu menjadi patokan dasar penentuan teknologi pembuatannya. Penentuan teknologi pembuatan akan menjadi bagian dasar dari aspek finansial yang dikaji. Semakin murah biaya yang dikeluarkan akan menjadikan harga jual juga rendah.

Aspek pemasaran yang dikaji meliputi penerimaan masyarakat terhadap produk baru yakni manisan berbahan dasar rumput laut yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi konsumen. Manisan Kombu lebih tepat disebut pangan fungsional dimana Kombu mempunyai manfaat sebagai agen anti virus, ampuh meredakan nyeri otot dan sendi, menurunkan tekanan darah, memperbaiki kualitas tidur, menyembuhkan jaringan yang rusak, membantu menurunkan berat badan, sampai mencegah pertumbuhan tumor.

 

Tujuan

Pembuatan industri manisan rumput laut kami bertujuan untuk mendirikan sebuah perusahaan pangan fungsional yang disukai masyarakat dan berkhasiat bagi kesehatan.

 

 

Peyeum Bogor

Tapai singkong adalah tapai yang dibuat dari singkong yang difermentasi. Makanan ini populer di Jawa dan dikenal di seluruh tempat, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Di Jawa Barat, tapai singkong dikenal sebagai peuyeum (bahasa Sunda).

Pembuatan tapai melibatkan umbi singkong sebagai substrat dan ragi tapai (Saccharomyces cerevisiae) yang dibalurkan pada umbi yang telah dikupas kulitnya. Ada dua teknik pembuatan yang menghasilkan tapai biasa, yang basah dan lunak, dan tapai kering, yang lebih legit dan dapat digantung tanpa mengalami kerusakan. Tapai kering populer di daerah Priangan utara (Purwakarta dan Subang), dan dikenal sebagai buah tangan khas dari daerah ini (dikenal sebagai peuyeum gantung, karena diperdagangkan dengan digantung.).

Perbedaan peuyeum dan tapai biasa adalah peyeum tidak dikukus terlebih dahulu sehingga dibutuhkan waktu fermentasi yang lebih lama. Keuntungan dari fermentasi peuyeum adalah daya simpan yang lebih lama dan memiliki teksturyang lebih padat.

 

Berikut adalah cara pembuatan peuyeum :
1) Potong-potong ubi kayu lalu kupas, kemudian cuci;

2) Rendam sebentar dengan air hangat
3) Angkat dan tiriskan lalu dinginkan;
4) Lumurkan ragi pada seluruh permukaan ubi kayu. Pada bagian atas tumpukan ubi kayu, taburkan lagi ragi sebelum ditutup dengan daun talas atau plastik;
5) Peram selama ± 2~9 hari.

Biaya mutu

Latar Belakang
Majunya perindustrian di Indonesia sangatlah berpengaruh akan permintaan pasar tenaga kerja akhir-akhir ini. Setiap sarjana teknologi industri pertanian diharapkan dapat menguasai manajemen mutu,terutama biaya mutu. Dengan meneliti biaya mutu, maka  dapat mengetahui estimasi biaya awal suatu perusahaan dalam biaya mutu.
Tujuan
Dengan dilakukannya pengamatan dan pembuatan masalah ini maka diharapkan mahasiswa TIP dapat mengerti cara penyusunan biaya mutu.

Rumusan masalah
Penyusunan biaya mutu ini diharapkan dapat membantu menaikan kualitas yang dimiliki produk saat ini. Semua pengamatan ini dilakukan agar produk yang telah ada dapat mencapai tingkatan yang lebih tinggi.

Latar belakang, Tujuan dan Rumusan Masalah

Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan zaman, setiap bahan pangan dan produk pangan sangat beragam. Standarisasi sangat diperlukan untuk menyeragamkan  bahan pangan maupun produk pangan terbut. Standarisasi yang menjadi sorotan penting bagi umat muslim yaitu status keHalalan pangan. Suatu kehalalan pangan merupakan suatu indikator yang sudah menjadi standar pangan yang diakui hampir seluruh dunia.

Tujuan

Dengan pengetahuan tentang Halal dan Haram suatu bahan pangan maupun produk pangan, maka masyarakat dapat melihat indikator haram dan halal dengan lebih spesifik.

Rumusan Masalah

Permasalahan yang ada yaitu suatu tingkat kehalalan dari bahan pangan agar dapat diketahui oleh khalayak umum.