Semua orang punya titik mulai. Mereka biasanya belajar untuk berfikir sesuatu dan mendapatkan alur yang terbentuk dari cara memandang sebab dan akibat dari apa yang mereka lihat atau rasakan padan alur waktu lampau mereka. Menjadikan itu disebut dengan logika.
Logika itu menjadikan mereka memintal serpihan-serpihan kecil kapas yang mereka terima menjadi benang atau terus berlanjut hingga menjadi kain bahkan pakaian jadi yang anggun. Itu disebut dengan harapan.
Tapi sadarlah itu masih di dalam kepala saja. Belum ada kepastian karena hidup tidak semulus alur logika kita yang yang tidak mengenal kompleksitas sebab akibat yang bahkan kita sendiri tidak terka akan hadirnya. Semua tidak tertuang dalam realita yang menjadikan semua hanya terjadi di dunia ide.
Maka dari itu justru banyak seorang pemikir tetap menjadi pemikir. Mereka hanya bersenang-senang dengan apa yang mereka ciptakan di kepala dan berakhir dengan lupa dimulai dari mana karena alur fikir yang terlalu panjang. Mereka terfokus dengan memintal panjang, menenun lembar dan berakhir menjahit, hingga saat ada yang bertanya dimanakah ia mulai? Mereka tak tahu pangkal mana dia mulai karena terjebak alur pembuatan dan melahirkan ekspektasi yang berlebihan. Mereka sadar bahwa itu sama sekali dimulai.
Mengapa tidak memulai apa yang difikirkan dan melakukan sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Itu akan membuat segala sesuatu seimbang antara ruang ide dan ruang material. Dengan kebersamaan itu maka akan terjadi kesinambungan hasil. Logika akan terpintal sembari material yang terus bergerak sesuatu sesuai dengan apa yang ada di kepala dan tidak hanya sekadar harapan atau bahkan hanya sekadar utopia.
Sudahlah, jangan terbiasa berfikir terlalu jauh karena segalanya pasti akan sesuai dengan alur kompleksitas material. Banyak faktor yang bisa menjadikan apa yang disiapkan gagal begitu saja hanya karena hal sepele yang menjadikan usaha untuk berfikir keras yang lalu sia-sia. Mungkin bisa melahirkan depresi.
Siapa lah yang mau terjebak didalam fikirannya sendiri dan terkunci dari dunia luar. Itu semua akan sia-sia karena yang ada di luar tak bisa lihat apa hasilmu di dalam sana