Sebuah pemikiran itu terlahir karena adanya kesadaran. Betuk di mana kita teringat suatu saat yang berkaitan dan menyebabkan pemikiran berduga tentang apa yang akan terjadi. Pada mulanya dia tak faham apa makna dari eksistensi dirinya. Hingga ada satu masa dia melihat itu adalah rangkaian yang tak putus dari saat-saat dan menghadirkan suatu masa yang berakhir dengan pemikiran seperti ini.

Dia tak lagi sama. Saat yang menciptakan masa, menjadikan suatu kepribadian baru. Reformasi diri akibat dari rekonstruksi pikiran dari keabstrakan alur logika. Kenapa bisa berubah? Mungkin karena pikiran itu terdistraksi dari kenyataan-kenyataan yang semula sebatas ekspektasi. Ada ketidak cocokan di dalamnya. Tumpang tindih antara satu dengan lainnya adalah sang pelaku.

Pada akhirnya diapun harus mengakui bahwa pikiran sekarin pun dapat berubah karena dia sendiri tidak dapat dapat menahan akan pikirannya sendiri.