Banyak buku yang menjabarkan permasalahan sukses. Selain itu jg banyak yang menjabarkan bagaimana cara untuk sukses. Pada dasarnya kalau mau sukses itu ada 2 bagian yg sejauh ini saya sadari. Kesadaran itu antara lain:
1. Kesadaran internal
2. Kesadaran eksternal

Dari kedua hal tersebut bisa mewakili banyak aspek kehidupan. Tidak hanya sebatas kesuksesan saja. Mungkin bisa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Bahkan bisa teraplikasikan dalam sistem tertentu. Penjabaran mungkin tidak bisa diterima, hal ini karena diri saja yang tidak mau menerima atau menganggap ini hanya sebagai tulisan ga penting. Toh itu kehendak bebas anda.

1. Kesadaran internal
Alat timbangan dengan kapasitas 100 gram tidak akan bisa menimbang benda 25 kilogram. Benda tersebut setidaknya hanya bisa di timbang dengan timbangan yang sesuai dengan batas tertentu. Kadang kala kesadaran diri kita untuk tidak mau sadar akan diri membuat diri kita menerima tugas yang terlalu mudah, atau tugas yang tidak akan pernah bisa diselesaikan. Kesadaran akan diri memiliki banyak keuntungan, antara lain:
A. Merencanakan sesuatu
B. Mengerjakan sesuatu
C. Memperkirakan hasil
Dengan sadar akan keadaan diri dan kapasitas diri akan menjadikan diri kita menjadi bisa menjadikan diri kita menjadi tingkat optimum. Dalam keadaan optimal maka diri akan memperikan hal yang terbaik dan seimbang baik dalam perencanaan, proses dan hasil akhirnya. Mungkin ada banyak aspek lain selain yang diceritakan di atas. Setidaknya itu sedikit yg bisa di share.

2. Kesadaran eksternal
Kesadaran eksternal adalah kemauan diri untuk mengetahui situasi yang ada di sekitar kita. Sebongkah es tidak akan bertahan lebih dari 2 jam di hari yang terik. Berusahalah untuk tau apa yang terjadi di sekitarmu untuk membuat diri menjadi lebih optimal. Jika mau berdampak terhadap suatu situasi maka kita harus menjadi lebih teguh dibandingkan dengan situasi sekitar. Selama kita tidak mau sadar akan lingkungan sekitar, bersiaplah untuk dibentuk oleh lingkungan sekitar.

Kondisi lain berkata, seteguh-teguhnya batu karang akan habis oleh air laut. Jawaban yang lebih bijak adalah jangan jadi batu karang. Jadilah jembatan. Kenapa? Karena jembatan mendapatkan pemeliharaan berkala.

Maka dari itu kedua aspek tersebut harus selalu ada dan seimbang.

View on Path

Berbeda

Kelahiran
Setiap manusia dilahirkan memiliki hati dan pikiran yang sama. Jika ada yg masih menganggap berbeda, berarti masih melihat secara fisik. Lalu kenapa manusia bisa tercipta berbeda dalam karakter dan kepribadiannya? Hal itu karena pola tumbuh, pola lingkungan, pola didikan dan banyak aspek yg secara langsung berdampak pada tiap manusia. Maka terciptalah keperbedaan satu pribadi dan pribadi lainnya.

Mengapa ada perbedaan?
Permasalahannya adalah mengapa ada manusia baik dan manusia jahat? Itu bukan permasalahan, itu keunikan manusia. Tiap pribadi manusia memiliki kehendak bebas. Kita kan tidak ada pembatas apakah mau menjadi vegetarian atau tidak. Bahkan manusia bisa memilih untukmenjadi kriminalis atau orang taat hukum. Kehendak bebas masa lalu mu yg menjadikan mu saat ini yg kamu pandang di dalam cermin.

Perlukah berubah?
Saat seseorang menyadari dia salah, maka dia akan berusaha untuk berubah (hal ini juga kembali ke pribadi untuk memilih sadar atau tidak). Perubahan secara sadar ataupun tidak pasti terjadi dalam diri kita. Hanya kehendak bebas kitalah yang seharusnya memilih untuk mengkontrol dalam koridor yang baik. Koridor yang membatasi diri dari sosial dan diri kita sendiri. Supaya keadaan diri kita bisa memiliki pertumbuhan yang cepat dan pasti. Maka adanya pembatas itu bukan berarti kita menjadi terasing dari sosial tetapi menjadi garam dan terang bagi dunia.

Dampak diri
Setahu dan sepengetahuan saya, sifat dasar manusia itu ingin merubah sosial mereka atau bisa disebut berdampak untuk diri. Ada banyak contoh untuk bentuk berdampak. Ada yang ingin menjadi presiden, ada yang ingin karyanya dikenal melalui lukisan, atau bahkan hanya mencati nafkah untuk keluarganya sendiri. Itu adalah bentuk dari keinginan pribadi yang ingin berdampak. Bagaimana kita bisa berdampak? Tergantung dari kekuatanmu.

Kekuatan untuk berdampak
Makna secara umum untuk kekuatan ini bukan berarti harus memiliki otot besar seperti pegulat, atau seberapa kuat kita bisa memukuli seseorang. Maksud dari kekuatan ini adalah bagaimana kamu bisa mendominasi sesuatu. Maka diperlukan pelatihan diri secara rutin dan berkala untuk membuat dirimu menjadi dominator sekitarmu.

Jangan tinggalkan sosialmu
Pepatah lama mengatakan,” guru yang terbaik adalah pengalaman”. Pertanyaan utamanya adalah, apakah anda menyadari bahwa pengalaman anda berharga? Banyak pribadi yang punya pengalaman banyak, tetapi tidak mau menyadari dan belajar dari pengalamannya. Sejauh yang saya rasakan, justru keadaan sosialmu yang secara sadar atau tidak sadar menyadari betapa berharganya masa lalu yang kamu rasakan. Kita pada dasarnya butih pembanding, maka buat perbandingan yang positif dengan sosialmu.

Belajarlah untuk:
1. Menyadari keperbedaan
2. Kehendak bebas
3. Kontrol diri sepositif mungkin
4. Jadi pribadi yang berdampak
5. Selalu belajar dari keperbedaan

View on Path

Pulang kebaktian (lebih cocok dibilang malam devosi sih sebenernya) liat opa oma yg saling gandengan pas turun tangga.
Yang dipelajari adalah mereka ga gandengan terus2an. Mereka ga mesra2an. Tapi mereka menggandeng pasangannya karena sudah mengerti satu sama lain kalau mereka terbatas.

Yang unik, anak mereka siap menggandeng mereka. Tp yg d gandeng pertama adalah pasangan mereka.

Nohh.. Bisa ga lo kaya gt?

View on Path

Agama itu
A = tidak
Gama = kacau (berdasarkan yg gw pelajari waktu SD. Setelah saya lihat KBBI adalah huruf ketiga dalam huruf yunani. Mingkin gama yg dimaksud adalah berdasarkan sinar gama. Tapi entahlah)

Arti dalam bahasa indonesia sangat dalam. Tidak menyebabkan kekacauan. Tidak hanya diartikan kepercayaan. Tapi punya makna lain yaitu kedamaian. Sedangkan dalam bahasa inggris disebutkan faith. Menurut saya lebih cocok untuk disebut dengan kepercayaan.

Berarti orang indonesia dulu memilih kata agama supaya kita tidak hidup dalam kekacauan.
Tapi saat ini kenyataannya terbalik.

(Mungkin)

View on Path

First note from path

Sekedar iseng aja sih buat ngetest post path ke wordpress…

Ada sedikit kebingungan sebenarnya. Ini path kok bisa post ke wordpress ya? Jadi blog juga media sosial? Ini saya yang goblok atau memang ga tanggap informasi. Mungkin salah satu hal yang unik ya? Path kan friendnya terbatas. 130 ato 150 gt. Lupa. Tapi bisa di share juga di tweet, di facebook, tumbler, foursquare.

Nahloh, kalo tu d bawah sharenya d pake semua, apa gunanya teman yang terbatas. Kenapa ga langsung di medsos masing2 aja postnya? Ya mungkin path mau menyadarkan bahwa medsos itu bukan 100% kehidupan kita. Tapi hanya sedikit yang sadar akan itu.

Path mungkin tidak terlalu efektif buat saya. Saya ansos. Jadi temennya dikit. Jadi postnya paling cuma di baca dikit. Toh kalo di baca cuma lewat doang. (LAH TERUS NGAPAIN NGE-POST SKARANG!!)

Yah, itu lah anak2 skr. Bandingkan dengan jaman kita sd. Gw salah satu yang baru punya hp sendiri kelas 6 sd. Inget banget, dulu sms tu ga tau caranya gimana (sumpah ini katro bgt gw). Jadi kerjaan gw telp. Itu pun telp om gw yg jemput gw. Ato bapak ato ibu, ato sopirnya bapak. Hahahaha… Tapi anak sekarang udah bawa ipad semua. Man. Itu cuma buat game?! Setau gw fungsinya tablet or smartphone itu bukan buat game deh. Gini nih, yg bikin nitendo, playstatin sama xbox jadi bangkrut. Smartphone or tablet itu teh buat mikro komputer. Bukan cuma game.

Jadi, gw bisa ngejudge produktivitas seseorang dari pinjam gadget dy. Hahahaha… Sori ya, jadi selama ini gw pinjam gadget kalian tu buat research jg. Hehe.. Kebanyakan temen gw tu game, sebagian video dan musik dan kurang dari 5% yang memang buat produktivitas kerjaan kuliah atau apapun itu. Hahaha… Sorry ya sekali lagi.

Ini sebenernya bisa di split jadi 2 post, tapi… Bodo amat lah. Toh jam segini saha teh mau baca post na nyak?

Semoga nyambung deh ma wordpress…

View on Path

Mahasiswa?

Baiklah, mungkin ada 1 hal yang perlu dijelaskan. Apa sih mahasiswa itu? Mahasiswa itu terbagi atas 2 kata. Maha dan Siswa. jadi pada dasarnya ga hanya menjadi seorang yang belajar, tapi ada hal lain yang perlu dipegang oleh sang maha. apa si bedanya jadi mahasiswa dan siswa? perbedaan itu adalah TriDarma Perguruan tinggi.

Tridarma perguruan tinggi adalah Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian. bisa diulasmungkn satu2 tapi ga dalem2 amat sih.

Pendidikan. ya ini mah ga usah di jelasin juga pasti banyak yang sudah mengerti. Tempat untuk menuntut ilmu dan tergantung fokus masing2 yang belajar, apakah mau belajar atau cua cari ijazah sama gelar. Hak masing2 pribadi kan?

Penelitian. Mungkin ini agak berlebihan bagi beberapa anggota mahasiswa. Tapi saharusnya mahasiswa adalah seorang penemu? untuk apa jadi penemu, secara singkat mungkin dibawa ke poin selanjutnya.

Pengabdian. nah ini sebenarnya tujuan utama dari mahasiswa. Bukan hanya sebagai lahan belajar, atau sekadar penemuan. tapi apa yang didapatkan seharusnya menjadi suatu hal yang bisa diberikan kepada masyarakat umum. jadi ga cuma belajar aja kan? atu cuma meneliti buat skripsi kan?

Pada dasarnya kuliah tu ga sekedar gitu aja, cuma dapat gelar kan. Tetapi, apa dampak yang kamu berikan sama masyarakatmu bahkan untuk Indonesia.

Mungkin buat teman2 yang masi mikir buat kuliah sebagai mendapatkan gelar, pikir ulang deh. Apakah sebagai mahasiswa sudah siap memikul Tridarma tersebut.

Kedewasaan?

Mungkin pada umur2 seperti saya ini adalah waktu dimana manusia sedang gencar2nya cari pasangan. Hal ini ga selalu pacar lho ya? Ada yg bilang pacar, ada yang bilang teman baik, atau apapun itu yang jelas lawan jenis yang “nyaman”. Saat ini pula sebenarnya waktu dimana fase2 berbahaya juga mengintai. Apa itu? Ya apa lagi kalo bukan hubungan yang salah (hal ini mencakup banyak hal ya. Ga hanya seksual, tapi emosional temperamen dan lainnya).

Secara umum namanya manusia pasti ada luputnya. Pasti setiap orang pasti punya kesalahan, akan bersalah, dan sedang bersalah. Banyak hal yg membuat manusia itu bersalah. Secara terfokus dalam hubungan lawan jenis pastipun ada salahnya juga kan? Bahkan mayoritas sosial menganggap kalau banyaknya kesalahan bisa menunjukan tingkat kedewasaan. Bisa juga s, tapi tergantung di lihat dari prespektif apa dulu.

Namun ada 1 kunci utama dimana setiap pribadi manusia bisa bersikap baik. Bersikap mau berubah menjadi lebih baik. Mungkin setelah ini kita ulas per bagian.

1. Mau
Bagian pertama adalah mau. Ini kunci dasar untuk menjadi pribadi yang baik. Mau itu sebenarnya suatu kondisi kerja, dimana keadaan yang baru dimulai. Bisa dibilang titik awal untuk berubah. Yang lebih ke arah dorongan untuk berubah. Jadi bukan berubahnya lho ya. Nah, hal ini tidaklah mudah. Kenapa tidak mudah? Karena manusia itu harus keluar dari kondisi yg saat ini dan berpindah ke kondisi baru. Manusia itu harus sepenuhnya sadar bahwa berpindah kondisi seperti ini bukanlah hal yang mudah karena ia haruslah menyadarkan dirinya untuk tidak di dalam kondisi yang sama seperti sebelumnya. Seorang pribadi yang mau, seharusnya tau kondisi sebelum dan sesudah dan siap akan segala perubahan dan ketidak sesuaian yang akan ada. Siap untuk keluar dari zona nyaman.

2. Berubah
Pada bagian selanjutnya adalah berubah. Dalam kondisi ini adalah satu tingkat di atas mau. Saat manusia sudah dalam fase berubah maka dia sudah semestinya tau pasti kondisi dirinya saat ini. Pada fase ini maka manusia benar2 siap untuk selalu dalam kondisi tidak nyaman. Kenapa seperti itu? Saya punya sedikit ilustrasi favorit. Seonggok tanah itu tidak terlalu berguna bukan? Apa yang perlu dilakukan agar bisa menjadi lebih berguna? Tingkat pertama adalah tanah itu harus dipisahkan dari asalnya (diambil), kemudian dicetak, dan dibakar. Dari tiga fase itu terbentuklah bata yang bisa disusun untuk dijadikan rumah. Itu baru jadi batu bata. Mau lebih baik lagi? Keramik. Tanah dipisahkan, dilunakan dengan air, ditekan untuk membentuk suatu bentuk tertentu dan pada bagian terahir dibakar dengan suhu yang jauh lebih tinggi dibandingkan batu bata. Ada fase yang bertambah dan berbeda diantara batu bata dan keramik. Semakin banyak proses yang bertujuan, maka semakin baik pula hasil akhirnya. Tinggal kita mau pilih mana, tanah (tidak mau), batu bata (berproses setengah jadi), atau keramik (hasil akhir yang indah). Semua itu tergantung pilikan kita bukan?

3. Lebih Baik
Selanjutnya adalah lebih baik. Pada dasarnya manusia itu sudah punya ukuran baik. Yaitu hati nurani. Namun seiring manusia bertumbuh, hati nurani semakin tumpul dan tergantikan oleh logika dunia (tergantung cara bertumbuh tiap pribadi manusia). Maka diperlukan suatu acuan yang bisa digunakan untuk menjadi lebih baik. Maka carilah terlebih dahulu tentan “Baik” itu sendiri. Setelah kita sudah mengetahui standar yang dilakukan, maka bersiaplah bertumbuh menjadi pribadi sang Kebaikan itu sendiri.

Pada dasarnya tidak ada yang instant. Jadi bersiaplah menghadapi hal ini. Saat anda mulai berkomitment mau, siap2 menerima hantaman dari segala arah.

Banyak sih sebenetnya yg mau d share. Tp ngantuk. Hahaha…
Terima kasih.

Manisan Rumput Laut BAB IV

TUGAS TERSTRUKTUR

“ Manisan Rumput Laut ”

PERANCANGAN PROYEK INDUSTRI

 

 

 

 

Oleh :

Agdinal Brilliant Indra                               ( 105100313111004 )

Galib Muttaqin                                           ( 105100300111015 )

Hafizh Karisma Yafi                                  ( 105100307111007 )

Reza Putra Susatya                                     ( 105100307111016 )

Windra Wisesa                                           ( 105100300111001 )

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013


BAB IV

LOKASI GEOGRAFIS

Lokasi Geografis

Penentuan lokasi produksi pabrik kami ini berdasarkan beberapa pertimbangan factor yang mendukung untuk produksi, diantaranya yaitu kedekatan dengan bahan baku yang akan berdampak pada murahnya ongkos produksi, kemudian kemudahan mendapatkan sumberdaya manusia atau tenaga kerja yang berkompeten, kemudian aspek pasar yaitu kedekatan dengan konsumen yang akan menjadi target pasar produk kami, dan faktor utilitas yaitu akses jalan, listrik, dan air yang dapat mendukung produksi usaha kami. Adapun alternative lokasi yang kami pilih yaitu di Kota Bontang – Kalimantan Timur, dan Jepara – Jawa Tengah, berikut pembobotan yang menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan lokasi :

No Faktor Bobot

Bontang

Jepara

nilai bobot x nilai nilai bobot x nilai
1 Kedekatan Bahan Baku 0.4 80 32 75 30
2 Keberadaan Tenaga Kerja 0.3 65 19.5 80 24
3 Kedekatan dengan Pasar 0.2 70 14 75 15
4 Biaya Utilitas (listrik, air, akses jalan, harga tanah) 0.1 70 7 70 7
Total Nilai 72.5 76

 

 

 

 

 

gambar 1. Tampak atas kabupaten Jepara 1

 

gambar 2. tampak atas kota bontang 1

 

 

Berdasarkan pembobotan dari dua alternative yang kami pilih, nilai terbaik jatuh pada kabupaten Jepara.

Perusahaan kami terletak di kabupaten Jepara Propinsi Jawa Tengah. Jepara memiliki potensi yang besar untuk industri rumput laut ditinjau dari garis pantainya yang mencapai 72 Km. Dengan garis pantai yang cukup panjang, sangat potensial dalam pembuatan lokasi budidaya rumput laut. Di Jepara, upah minimum rata-ratanya masih cukup rendah sekitar Rp. 875.000. Selain itu Jepara memiliki kontur budaya masyarakat yang sudah memiliki kemampuan budidaya dilihat dari keadaan masyarakatnya, jadi untuk tenaga kerjanya dapat mudah di didik untuk mendapatkan tenaga professional.

Kabupaten Jepara terletak di kawasan pantai utara Pulau Jawa. Lokasinya dekat dengan pusat propinsi jawa tengah Semarang hanya 74 Km dan dengan jalur transportasi pantura hanya 37,5 Km. Tetapi dikarenakan jarang adanya industri-industri besar di Kabupaten Jepara, harga tanah di Kabupaten Jepara masih cukup murah sekitar Rp. 250.000/m2. Dengan harga yang murah tersebut, masih dimungkinkan perluasan pabrik dengan biaya yang cukup murah.

 

Manisan Rumput Laut BAB III

TUGAS TERSTRUKTUR

“ Manisan Rumput Laut ”

PERANCANGAN PROYEK INDUSTRI

 

 

 

 

Oleh :

Agdinal Brilliant Indra                               ( 105100313111004 )

Galib Muttaqin                                           ( 105100300111015 )

Hafizh Karisma Yafi                                   ( 105100307111007 )

Reza Putra Susatya                                     ( 105100307111016 )

Windra Wisesa                                            ( 105100300111001 )

 

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013

 

BAB III

PASAR DAN PEMASARAN

3.1 STP (Segmenting Targeting Positioning)

  • Ø Segmenting

Pada produk kami yaitu manisan rumput laut kami memiliki segmen konsumen dari berbagai kalangan masyarakat. Sehingga tidak ada segmen khusus bagi pemasaran produk kami. Segmen tersebut meliputi anak-anak remaja hingga orang tua. Produk kami merupakan produk kami merupakan produk yang aman, sehat dan mengandung banyak serat yang di butuhkan oleh tubuh. Hal ini menjadi dasar mengapa segmen meliputi semua kalangan.

 

  • Ø Targeting

Pada proses pemasaran produk kami, target yang di utamakan pada anak-anak dan remaja karena pada target tersebut di ajarkan akan lebih mudah di terima dengan baik karena selain menjadi camilan dan bergizi produk kami juga bisa sebagai makanan camilan. Target pasar seperti ini yang kami harapakan supaya mendongkrak omset penjenjualan. Dengan demikian faktor targeting sangat penting dalam pemasaran produk manisan rumput laut ini.

 

  • Ø Positioning

Sebagai pemasaran produk manisan ini, produk kami merupakan produk yang baru dan belum mempunyai pesaing yang sama produk kami, maka dari itu dengan adanya produk ini agar para konsumen dapat memilih produk kami. Jika melihat kondisi pasar saat ini, produk manisan rumput laut sudah banyak beredar namun belum ada yang memiliki brand yang kuat, melihat kondisi tersebut kami mencoba menjadi market leader dengan membangun brand baru yang berbeda dari yang lain.

 

3.2 Potensi Pasar

  • Ø Kesenjangan Produksi dan Konsumsi

Kesenjangan produk manisan rumputlaut antara produksi dan konsumsi masyarakat di harapkan sama atau setara supaya masyarakat bisa menikmati hasilnya dan kami sebagai produsen tidak mengalami kerugian. Kami memproduksi manisan rumput laut menyesuaiakan dengan permintaan pasar. Sebenarnya kesenjanagn antara produksi dengan konsumsi tidak begitu mendasar, karena cenderung masyarakat lebih menyukai produk ini dengan pertimbangan vitamin, kaya serat, rasa, kemasan dan harga.  Kesenjangan produksi biasanya lebih tinggi di bandingkan konsumsi, karena anggapan masyarakat yang kurang mengerti mengenai produk tersebut. Maka dari itu kita sebagai produsen berusaha memberi yang terbaik terhadap konsumen supaya menyukai produk manisan rumput laut ini.

 

  • Ekspor – impor

Pada Aspek ini, produk kami tidak adanya kegiatan ekspor maupun impor baik pada sector bahan baku mentah maupun produk yang telah jadi. Hal ini dipilih karena pada bahan baku sudah mencukupi dan tersedia di dalam negeri dan selain itu menghindari adanya cost berlebih. Focus kami pada produksi manisan rumput laut adalah pada dalam negeri dengan berbagai segmen, dan targeting konsumen.

  • Kecenderungan Pola konsumsi

Kecenderungan Pola konsumsi masyarakat Indonesia terhadap beberapa makanan khususnya camilan, bisa dikatakan tinggi baik dari konsumen kalangan manapun. Hal semacam ini akan menjadi peluang kami sebagai produsen camilan Manisan rumput laut, mengingat kapasitas dan daya minat terhadap makanan yang baru yang belum ada di pasaran dan tergolong makanan sehat maka ini menjadi jalan sebagai teknik pemasaran produk kami terhadap antusias masyarakat Indonesia.

3.3 Strategi Pemasaran

  • Ø Product

Produk manisan rumput laut ini mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi yaitu vitamin C dan kaya serat. Produk ini disajikan dalam bentuk kotak persegi kecil-kecil, lengkap dengan rasa-rasa yang ada. Makanan ini sangat cocok untuk camilan, selain itu manisan rumput laut dikemas dengan kemasan kotak box plastik yang aman buat makanan. Karena produk kami ini sangat memperhatikan aspek-aspek kesehatan baik dari segi rasa, bentu maupun kemasan. Kemasan manisan rumput laut terdapat berbagai macam ukuran, mulai ukuran kecil sampai besar, seperti kitak makanan.

 

  • Ø Price

Produk manisan rumput laut ini dijual dengan harga yang ekonomis yaitu mulai dari Rp.5000 sampai Rp.10000 sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk membeli produk ini jika masalah harga. Harga yang kami pasarkan sudah melalui pertimbangan terlebih dahulu dan dengan harga yang terjangkau serta rasa maupun vitamin yang terkandung didalamnya diharapkan penjualan produk ini semakin meningkat.

 

  • Ø Place

Dalam hal ini manisan kemasan terbuat dari bahan baku utama rumput laut. Rumput laut di Indonesia sangat berlimpah. Jadi tidak perlu impor ke luar negeri. Rumput laut produk kami mengambil dari produsen rumput laut Jawa Timur dan Jawa Barat. Apabila pasokan rumput laut dari produsen kurang kami bisa mengambil dari kalimantan. Sedankan bahan lain seperti gula kami mengambil langsung dari produsen gula yang berskala besar karena untuk meminimalkan total biaya.

 

  • Ø Promotion

Promosi produk ini kesemua kalangan mulai dari umur 5 tahun hingga 50 tahun bisa mengkonsumsi produk ini. Karena kandungan vitamin dan kaya serat. Penjualan atau promosi dilakuakn ditempat wisata maupun ditempat yang ramai atau di acara tertentu seperti bazar makanan. Selain itu pemasarannya di toko-toko maupun swalayan jika ada permintaan produk ini pada dasarnya paling banyak peminatnya dikawasan wisata karena sangat cocok dijadikan buah tangan atau oleh-oleh.

Manisan Rumput Laut BAB II

TUGAS TERSTRUKTUR

“ Manisan Rumput Laut ”

PERANCANGAN PROYEK INDUSTRI

 

 

 

 

 

 

Oleh :

Agdinal Brilliant Indra                               ( 105100313111004 )

Galib Muttaqin                                           ( 105100300111015 )

Hafizh Karisma Yafi                                   ( 105100307111007 )

Reza Putra Susatya                                     ( 105100307111016 )

Windra Wisesa                                            ( 105100300111001 )

 

 

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2013

BAB II

KONSEP PRODUK

 

2.1 Karakteristik Produk

      Fisik

Produk yang kami buat mempunyai ciri fisik berbentuk irisan persegi panjang dengan panjang 3cm sampai 4cm yang didesain untuk satu kali gigit orang dewasa. Produk kami memiliki 3 varian warna yaitu: merah, Kuning, dan hijau dengan variasi rasa: Leci, Strawberry, Melon, dan jeruk. Tekstur dari produk kami yaitu lunak dan kering. Selain itu produk kami juga memiliki varian bentuk yang unik daripada produk lain yang sejenis.

     Kimia

Kandungan Kimia yang terdapat pada produk kami yaitu karbohidrat, serat, gula, air. Selain itu pada Kombu terdapat yodium, kalsium, kalium, magnesium, zat besi, sodium, kromium, protein, fosfor, karoten, vitamin A, C, D, E, K, dan B kompleks.

      Organoleptik

Produk kami berdasarkan organoleptik memiliki tekstur yang kenyal berserat, dan mempunyai aroma buah-buahan yaitu :  beraroma leci, strawberry, melon dan jeruk.

      Keunikan dan lainnya

Produk kami memiliki keunikan dari produk lain yaitu memiliki varian rasa yang lebih banyak, ukuran yang lebih panjang, kapasitas yang lebih besar dan bentuk yang beragam

 Tahapan

Tahapan membuat Manisan Rumput laut yaitu :

a)      Perendaman Rumput laut selama 2 hari

b)      Memasukkan rumput laut kedalam air

c)      Masak hingga mendidih/sampai rumput laut hancur atau halus

d)     Tambahkan gula sesuai selera, perasa, pewarna makanan

e)      Angkat bahan yang sudah mendidih

f)       Tuang pada cetakan atau loyang dan biarkan hingga mengeras

g)      Cetak atau potong kecil sesuai selera

h)      Jemur dibawah terik matahari sampai gulanya keluar

i)        Jemur ulang jika belum mengeluarkan gula

 

2.2 Kemasan Produk

            Produk yang kami buat merupakan produk yang memiliki kandungan gula tinggi maka untuk alat pengemas yang digunakan, kami menggunakan pengemas jenis plastic yang berbentuk toples. Toples ini mampu menampung produk kami dengan kapasitas yang lebih banyak serta mampu menjaga produk manisan tetap pada kondisi yang terbaik sekalipun.

 

Kemasan

Kemasan yang kami gunakan yaitu mengusung kemasan yang canggih dan awet dengan memanfaatkan sealer otomatis sebagai mesin pembungkus yang bekerja secara kontinyu dan kemasan produk kami berupa toples mika yang menampung produk 350gr/toples. Untuk kemasan primer produk kami menggunakan plastic makanan yang tipis dengan tujuan tidak lengket saat hendak dikonsimsi. Sedangkan untuk kemasan sekunder kami menggunakan toples plastik dengan kapasitas produk seberat 350gr. Untuk teknologi pengemasan pada produk, kami menerapkan proses pengemasan yang sederhana namun juga membutuhkan teknologi semi modern dimana masih memerlukan operator sebagai memperlancar proses produksi. Salah satunya adalah alat pengemas plastic sealer yang berfungsi sebagai alat pelindung tutup dari toples yang kami gunakan.

 

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan yang dimiliki produk kami yaitu produk kami memiliki varian rasa yang lebih banyak, ukuran yang lebih besar serta kapasitas yang lebih besar dari produk-produk yang sama yang telah beredar. Sedangkan untuk kekurangan dari produk kami yaitu mengandung gula yang cukup tinggi yang mungkin akan menimbulkan efek negative pada kesehatan.