Setelah melewati beberapa bulan panas setelah deklarasi calon presiden berserta wakilnya akhirnya hari ini datang juga. Hari dimana pesta demokrasi rakyat Republik Indonesia berjalan memberikan hak politiknya serentak untuk di dalam negeri. Pemilihan di luar Negeri sudah dilaksanakan namun perhitungan masih tetap dilaksanakan hari ini. Untuk tiap tempat pengambilan suara luar Negeri.

Pemilihan tahun ini pada dasarnya bisa dibilang pemilihan ulang karena calon presiden yang maju masih tetap sama. Perbedaan ada di calon wakil presiden masing-masing. Keberbedaan tersebut yang saat ini menjadikan tingkat kesadaran politik masyarakat meningkat.

Terlihat hampir di setiap TPS terlihat ramai dengan antusiasme pemilih. Tempat saya bahkan masyarakat sudah antri sejak 30 menit sebelum TPS dibuka. Solidaritas terlihat jelas. Semua memiliki harapan pada pilihannya.

Yang patut disayangkan adalah jumlah surat suara yang sebanyak 5 buah menjadikan pemilih bingung untuk mengambil keputusan, terlebih untuk 4 surat suara selain calon presiden dan wakil. Animo masyarakat tergiring dan terfokus hanya pada pemilihan presiden dan wakilnya. Hal ini menyebabkan masyarakat hanya sedikit mengerti dan berbuah kebingungan dalam memilih. Visi misi mereka kurang tersampaikan, kalah diterjang visi misi dari capres dan cawapres.

Mungkin ada baiknya terdapat jeda waktu untuk memberi kesempatan calon legislatif untuk diambil suaranya. Pada dasarnya, legislatif dan eksekutif sama pentingnya.