Berbeda

Kelahiran
Setiap manusia dilahirkan memiliki hati dan pikiran yang sama. Jika ada yg masih menganggap berbeda, berarti masih melihat secara fisik. Lalu kenapa manusia bisa tercipta berbeda dalam karakter dan kepribadiannya? Hal itu karena pola tumbuh, pola lingkungan, pola didikan dan banyak aspek yg secara langsung berdampak pada tiap manusia. Maka terciptalah keperbedaan satu pribadi dan pribadi lainnya.

Mengapa ada perbedaan?
Permasalahannya adalah mengapa ada manusia baik dan manusia jahat? Itu bukan permasalahan, itu keunikan manusia. Tiap pribadi manusia memiliki kehendak bebas. Kita kan tidak ada pembatas apakah mau menjadi vegetarian atau tidak. Bahkan manusia bisa memilih untukmenjadi kriminalis atau orang taat hukum. Kehendak bebas masa lalu mu yg menjadikan mu saat ini yg kamu pandang di dalam cermin.

Perlukah berubah?
Saat seseorang menyadari dia salah, maka dia akan berusaha untuk berubah (hal ini juga kembali ke pribadi untuk memilih sadar atau tidak). Perubahan secara sadar ataupun tidak pasti terjadi dalam diri kita. Hanya kehendak bebas kitalah yang seharusnya memilih untuk mengkontrol dalam koridor yang baik. Koridor yang membatasi diri dari sosial dan diri kita sendiri. Supaya keadaan diri kita bisa memiliki pertumbuhan yang cepat dan pasti. Maka adanya pembatas itu bukan berarti kita menjadi terasing dari sosial tetapi menjadi garam dan terang bagi dunia.

Dampak diri
Setahu dan sepengetahuan saya, sifat dasar manusia itu ingin merubah sosial mereka atau bisa disebut berdampak untuk diri. Ada banyak contoh untuk bentuk berdampak. Ada yang ingin menjadi presiden, ada yang ingin karyanya dikenal melalui lukisan, atau bahkan hanya mencati nafkah untuk keluarganya sendiri. Itu adalah bentuk dari keinginan pribadi yang ingin berdampak. Bagaimana kita bisa berdampak? Tergantung dari kekuatanmu.

Kekuatan untuk berdampak
Makna secara umum untuk kekuatan ini bukan berarti harus memiliki otot besar seperti pegulat, atau seberapa kuat kita bisa memukuli seseorang. Maksud dari kekuatan ini adalah bagaimana kamu bisa mendominasi sesuatu. Maka diperlukan pelatihan diri secara rutin dan berkala untuk membuat dirimu menjadi dominator sekitarmu.

Jangan tinggalkan sosialmu
Pepatah lama mengatakan,” guru yang terbaik adalah pengalaman”. Pertanyaan utamanya adalah, apakah anda menyadari bahwa pengalaman anda berharga? Banyak pribadi yang punya pengalaman banyak, tetapi tidak mau menyadari dan belajar dari pengalamannya. Sejauh yang saya rasakan, justru keadaan sosialmu yang secara sadar atau tidak sadar menyadari betapa berharganya masa lalu yang kamu rasakan. Kita pada dasarnya butih pembanding, maka buat perbandingan yang positif dengan sosialmu.

Belajarlah untuk:
1. Menyadari keperbedaan
2. Kehendak bebas
3. Kontrol diri sepositif mungkin
4. Jadi pribadi yang berdampak
5. Selalu belajar dari keperbedaan

View on Path